Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Asma

Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Asma

Penyakit Asma

X-PENYAKIT – Asma suatu kondisi yang sering kita dengar, namun yang bukan penderita tentu tak terbayangkan bagaimana rasanya. Kata asma sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti sulit bernafas. Bagi sebagian besar orang, bernafas tentu merupakan hal yang mudah. Cukup menarik udara dari hidung dan mulut kemudian menghembuskannya kembali. Namun tidak semudah itu untuk para penderita asma. Rasa sesak nafas yang sering muncul, tentu membuat penderita asma merasa tidak nyaman. Bahkan sering kali membuat penderita asma menjadi panik hingga nafas semakin tidak terkontrol.

Tidak jarang seorang penderita asma harus dibawah kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan segera atau lebih lanjut. Bagaimana jika hal ini terjadi pada orang terdekat bahkan keluarga anda? Langkah-langkah apa yang harus kita lakukan?

Mekanisme Penyebab Terjadinya Asma

Asma tanpa disadari merupakan kondisi berbahaya terutama bagi penderita asma yang tidak terkontrol. Asma merupakan penyebab kematian ke 5 tertinggi diseluruh dunia dan ke 6 di Indonesia. Pada tahun 2009 diperkirakan terdapat 12,5 juta orang menderita asma di Indonesia, dan lebih disayangkan lagi 95% diantaranya tidak terkontrol. Untuk memahami asma akan membantu untuk mengetahui bagaimana saluran udara bekerja. Saluran udara adalah tabung yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru anda.

Orang-orang yang memiliki asma, memiliki saluran udara yang meradang. Hal ini membuat saluran udara bengkak dan sangat sensitif. Saluran udara penderita asma cenderung bereaksi keras terhadap zat tertentu yang dihirup. Ketika saluran pernafasan bereaksi, otot disekitarnya menegang. Hal ini akan mempersulit saluran udara dan menyebabkan kurang udara yang mengalir ke paru-paru. Pembengkakan juga dapat memperburuk kondisi membuat saluran udara bahkan menjadi lebih sempit. Sel-sel dalam saluran udara juga mungkin menghasilkan lebih banyak lendir dari biasanya.

Lendir merupakan cairan lengket dan kental yang dapat lebih mempersempit saluran udara. Reaksi berantai ini dapat mengakibatkan gejala asma. Gejala dapat terjadi setiap kali saluran udara meradang. Saluran udara yang menyempit dan membengkak serta menghasilkan lendir tambahan akan membuat penderitanya sulit bernafas. Selain sesak nafas, kejadian tersebut juga berpotensi memicu batuk dan bengi. Bagi sebagian orang, asma merupakan gangguan kecil, buat yang kronis hal bisa menjadi masalah besar yang mengganggu kegiatan sehari-hari dan dapat menyebabkan serangan asma yang mengancam jiwa.

Ada beberapa kontraversi yang menyebutkan bahwa asma tidak bisa disembuhkan secara medis. Tapi dilain pihak banyak juga kasus asma yang dapat disembuhkan. Untuk dapat mengendalikan asma maka gejalanya harus dapat dikontrol karena asma seringkali berubah dari waktu ke waktu. Sangat penting bagi penderita untuk berdikusi dan bekerjasama dengan dokter untuk melacak tanda-tanda dan gejala serta penyesuaian pengobatan yang diperlukan. Gejala asma berkisar dari ringan sampai berat dan berbeda bagi setiap penderitanya. Seseorang mungkin memiliki serangan asma yang jarang atau memiliki gejala pada waktu tertentu seperti ketika berolahraga, atau memiliki gejala sepanjang waktu.

Biasanya asma menimbulkan beberapa gejala yang terkadang khas pada beberapa orang terutama anak-anak. Seringkali gejala asma menimbulkan sesak nafas maupuan dada sesak atau sakit. Asma juga dapat menimbulkan kesulitan untuk tidur disebabkan oleh sesak nafas, batuk dan benging. Pada penderita asma terutama anak-anak sering timbul suara bersiul atau bunyi saat menghembuskan nafas. Selain itu pada penderita asma saat mereka mengalami infeksi saluran pernafasan atas akibat virus ataupun bakteri seperti salesma atau flu maka akan memperburuk serangan asma

Asma Merupakan Penyakit Turunan

Dalam dunia medis diketahui bahwa asma merupakan penyakit keturunan. Itu berarti jika seorang anak memiliki asma ia juga memiliki orang tua, saudara, paman atau saudara lain yang menderita asma atau menderita asma saat masih kecil. Sekitar 30 persen penyakit asma disebabkan oleh turunan dari orang tuanya. Diketahui bahwa faktor ibu lebih kuat menurunkan asma pada anak dibanding dengan faktor bapak.

Faktor Pemicu Asma

Asma bisa timbul bila dipicu adanya suatu alergi disekitarnya. Serangan asma mungkin terdengar mirip seperti flu dengan batuk dan bengi namun asma bukan penyakit menular. Prinsip asma sama dengan alergi, dimana pada setiap penderita asma bila terpicu karena suatu hal maka akan terjadi serangan. Faktor pemicu bisa beberapa hal lain seperti berolahraga, polusi udara, stres ataupun panik. Beberapa zat dapat memicu kambuhnya asma karena zat tersebut benar-benar mengganggu saluran pernafasan seperti serbuk sari, bulu binatang, debu, parfum, debu kapur dan asap rokok.

Cara Mengontrol Asma

Salah satu faktor penting dalam asma yaitu imunitas. Imunitas berperan penting dalam mengatasi asma meskipun penderita asma terpapar alergi yang tertentu bisa saja orang tersebut tidak kambuh asmanya. Hal ini tergantung dari imunitas penderita.

Pentingnya Imunitas Tubuh Bagi Penderita Asma

Dalam dunia kedokteran ada beberapa hal yang sangat mempengaruhi imunitas tubuh, salah satu hal penting bagi penderita asma yaitu makan. Penderita asma sangat disarankan untuk tidak terlambat makan, mengatur waktu makan sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh. Seseorang yang sering terlambat makan atau menunda makan maka akan mempengaruhi sistem metabolisme dalam tubuh, lama kelamaan hal ini akan berpengaruh pada kesehatan orang tersebut.

Selain itu menunda makan dapat menyebabkan naiknya asam lambung dan menimbulkan penyakit Gastroesophageal Reflux. Efek lanjutan dari penyakit ini dapat menimbulkan nyeri ulu hati dan beresiko merusakan saluran udara paru-paru sehingga memperburuk gejala asma. Untuk mempertahankan imunitas tubuh, penderita asma harus menjaga asupan dengan makanan yang berkualitas dan memiliki gizi seimbang.

Disamping makanan, menjaga pola tidur juga penting bagi penderita asma. Seseorang yang dalam kondisi sehat membutuhkan sekitar 6 jam waktu untuk tidur sedangkan orang dalam kondisi kurang sehat harus tidur tidak boleh kurang dari 8 jam. Menjaga kualitas dan kuantitas tidur akan membantu badan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Untuk meningkatkan imunitas tubuh selain makan dan tidur, seseorang harus bisa menghindari stres sikis. Stres sikis ini dapat terjadi pada seseorang dengan jiwa yang tegang. Yang dimaksud dengan stres sikis bukan berarti mengalami gangguan kejiwaan, namun bila seseorang mendapatkan masalah maka ia akan merasa tegang menghadapinya serta berfikir terlalu berat.

Jika ada stres sikis maka ada pula stres fisik. Orang awam sering kali mengartikan stres fisik dengan aktifitas berlebihan. Stres fisik yang dimaksud adalah kemampuan tubuh yang rendah meskipun aktifitasnya tidak terlalu berat orang tersebut akan cepat merasa lelah. Salah satu cara untuk mengatasi ini yaitu dengan berolahraga. Seringkali penderita asma merasa khawatir bila harus melakukan olahraga, karena seringkali saat mereka berolahraga asmanya kambuh. Padahal olahraga sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh dan tentu saja baik bagi penderita asma. Memiliki asma tidak berarti seseorang harus menjadi kurang aktif. Pengobatan dapat mencegah serangan asma dan mengontrol gejala yang muncul selama berolahraga.

Olahraga yang teratur dapat memperkuat jantung dan paru-paru yang membantu meringankan gejala asma. Jika berolahraga di suhu dingin dan menggunakan masker wajah dapat bermanfaat untuk menghangatkan udara yang dihirup. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi penderita asma sebelum berolahraga. Ada beberapa kasus asma dapat sembuh bahkan hilang setelah rutin berolahraga terutama olahraga renang. Berenang dapat merangsang kekuatan otot dan kapasitas paru-paru sehingga sangat membantu bagi penderita asma.

Meskipun olahraga baik untuk kesehatan namun tidak semua jenis olahraga disarankan untuk penderita asma. Selain itu seringkali orang awam tidak mengetahui dasar-dasar yang baik dalam melakukan olahraga. Olahraga sendiri terbagi menjadi 3 jenis. Pertama olahraga yang paling dasar yaitu aerobik, namun jangan bayangkan olahraga ini diruangan khusus dengan musik hingar bingar. Aerobik yang dimaksud disini termasuk joging atau lari, berenang, bersepeda dan jalan pagi. Olahraga inilah yang disarankan bagi penderita asma. Namun jangan lupa ada indikator dalam melakukan olahraga, apalagi seorang penderita asma tidak boleh merasa letih yang berlebihan agar tidak memicu asma.

Saat melakukan olahraga aerobik tidak boleh overtraining hasilnya bukan sehat justru akan terjadi penurunan imun. Bagaimana caranya, itu bisa kita ukur dari detak nadi, rumusnya adalah 220 dikurangi umur dikali 60% ditambah 10 keatas. Contoh kasus dengan seseorang yang umur 20 tahun, 220 dikurangi 20 hasilnya 200 lalu kali 60% didapat hasil 120 interval 10 keatas jadi 130, maka apabila dia ingin melakukan olahraga mesti nadinya 120. Kayak anak umur 20 tahun tidak bisa dengan jalan pagi mesti lari baru mencapai 120 dari nadi normal 80.

Contoh kasus lainnya, seseorang umur 70 tahun maka didapatkan hasil 220 dikurangi 70 sama dengan 150 dikali 60% hasilnya sama dengan 90 interval 10 keatas menjadi 100. Berarti seseorang yang berumur 70 tahun tidak boleh lari karena setelah 100 harus cepat berhenti cukup dengan jalan ditempat datar tidak boleh menanjak.

Secara prinsip dalam dunia medis yang diharapkan dari penderita asma adalah memiliki asma yang terkontrol. Asma dapat dikatakan terkontrol bila tidak ada serangan asma disiang hari. Dalam beraktifitas juga tidak terhambat karena adanya serangan asma. Asma seringkali muncul dimalam hari, bila seorang penderita asma tidak terbangun dimalam hari karena serangan asma maka hal ini juga salah satu tanda asma terkontrol. Inhealer atau obat semprot untuk pelega saluran nafas merupakan salah satu pegangan wajib bagi penderita asma. Inhealer berbentuk seperti sebuah tabung plastik yang merupakan tempat obat. Penggunaan obat ini dapat disemprotkan kedalam mulut, kemudian penderita asma dapat menghirup obat yang keluar dalam bentuk kabut kemudian masuk ke paru-paru.

Obat dalam bentuk kabut ini melemaskan saluran udara sehingga seorang bisa bernafas lebih mudah. Bila dalam seminggu penderita sangat jarang atau tidak lebih dari dua kali menggunakan obat ini juga tanda sebagai asma terkontrol. Selain itu tanda asma terkontrol yaitu penderita asma tidak pernah pergi kerumah sakit karena serangan asma.

Baca Juga:

  • Mengobati Penyakit Asma Dengan Metode Thibbun Nabawi
  • Proses Penularan Hepatitis Beserta Pengobatannya
  • Penyakit Hepatitis – Jenis, Penyebab dan Gejalanya
  • Kegunaan Darah Pada Manusia
  • Penyebab Gejala Penyakit Anemia Beserta Ciri-Cirinya
  • Cara Pencegahan dan Pengobatan Kanker Serviks
  • Ciri-Ciri Penyebab Gejala Kanker Serviks
  • Pertolongan dan Pengobatan Penyakit Epilepsi (Sawan)
  • Penyebab Penyakit Epilepsi atau Ayan
  • Mengenali Penyakit Epilepsi Disekitar Kita

Advertisement

No comments.

Leave a Reply