Mewaspadai Penyebab Gejala Penyakit Tipes (Typus)

Mewaspadai Penyebab Gejala Penyakit Tipes (Typus)

Penyakit Tipes

X-PENYAKIT – Jika saat ini anda atau orang terdekat anda mengalami demam tinggi 39 sampai 40 derajat celcius lebih tujuh hari, maka sebaiknya waspada. Apalagi semakin hari demam semakin tinggi dan terjadi pada sore dan malam hari. Jangan anggap enteng gejala ini karena beberapa penyakit berat pun banyak diawali dengan demam, salah satunya adalah penyakit typus (tipes).

Gejala awal penyakit tipes memang seperti mirip flu, demam, lemas, sakit kepala dan sakit tenggorokan. Namun jika gejala ini berlangsung lebih dari 5 hingga 7 hari dan diiringi beberapa gangguan perut, maka anda harus segera memeriksakan diri kedokter. Gangguan perut yang dimaksud antara lain rasa tidak enak diperut seperti sebah, mual, muntah, sembelit, atau sebaliknya justru terjadi diare.

Di masyarakat penyakit ini dikenal dengan tipes atau sering juga disebut dengan typus. Tetapi dalam dunia kedokteran disebut Typhoid Fever atau Thypus Abdonminalis karena berhubungan dengan usus yang terletak didalam perut atau abdomen. tipes adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang menjalar pada aliran darah. Penyakit disebabkan oleh kuman Salmonella Typhi atau Salmonella Paratyphi A, B, dan C. Kuman tersebut umumnya berasal dari makanan yang telah tercemar bakteri Salmonella. Makanan ini masuk saluran pencernaan, setelah berkembang biak bakteri ini menembus dinding usus hingga menuju saluran limfa. Kemudian masuk kedalam pembuluh darah dalam waktu 24 hingga 72 jam.

Pada hari ke 5 hingga ke 9, kuman akan memasuki saluran darah untuk kedua kalinya. Kemudian akan terjadi pelepasan Endotoksin yang akan menyebabkan demam. Lama kelamaan bakteri akan menggoroti usus hingga dinding usus menjadi luka bahkan bolong. Bakteri ini juga dapat merajalela ke organ tubuh lain seperti pembuluh darah jantung, paru-paru, empedu, hati dan tulang. Bahkan tipes dapat juga menyebabkan komplikasi seperti radang paru-paru, radang otak, dan radang selaput otak.

Orang yang terserang tipes pada kotoran dan urinenya akan terdapat bakteri Salmonella Typhi. Sistem sanitasi yang kurang baik dapat membuat bakteri menyebar melalui air yang kemudian di minum oleh manusia. Penyebaran tipes pun bisa juga melalui hewan misalnya lalat. Selain lalat banyak hewan lain sebagai pembawa kuman Salmonella ini. Oleh karena itu jika memiliki hewan peliharaan pastikan hewan tersebut selalu bersih dan hindari hewan liar yang banyak berkeliaran ditempat sampah.

Orang yang terkena penyakit ini akan sangat terganggu aktifitasnya karena diharuskan beristirahat total. Berbagai obat-obatan pun harus dikonsumsi agar segera pulih. Proses penyembuhan relatif lama karena penderita harus berulang kali memastikan bakteri sudah hilang dari tubuhnya dengan tes laboratorium. Penyakit ini banyak menyerang pada musim kemarau dan lebih banyak menyerang anak usia 5 hingga 9 tahun.

Tipes Bisa Menyerang Pada Bayi

Bukan hanya pada anak-anak, tipes pun tak ragu menyerang bayi bahkan yang baru lahir sekalipun. Pada bayi terdapat 2 cara penularan yaitu melalui ibu dan melalui makanan tambahan. Penularan yang pertama melalui ibu dapat terjadi sejak bayi masih didalam kandungan hingga memasuki masa persalinan. Bahkan penyebaran tipes pun dapat terjadi melalui air susu ibu, bahkan ditemukan kasus bayi yang mengalami tipes beberapa jam setelah kelahiran padahal bayi tersebut belum mengkonsumsi asi. Setelah diambil sampel dari cairannya ternyata ada kuman yang dibawa ibu semasa dikandungan. Hal yang harus diketahui bahwa kuman tipes bersifat penetratif dan dapat menembus dinding-dinding barrier.

Pengobatan untuk tipes dilihat dari kondisi bayi dan penyebaran virus pada tubuh bayi. Apabila ringan maka dokter akan menyarankan untuk istirahat dirumah dan memberikan obat antibiotik yang harus dihabiskan. Sedangkan untuk kondisi yang lebih parah, maka perawatan medis akan membantu menghentikan invasi kuman. Selain pengobatan penyebab tipes juga harus diteliti apa penyebabnya. Apabila disebabkan karena pemberian asi yang terkena kuman maka harus dibersihkan dari bakteri penyebab tipes, apabila tidak maka bayi akan mudah terserang kembali. Meskipun demikian bukan berarti pemberian asi yang mempunyai sifat antibody harus dihentikan, hanya pengobatan pada ibu harus dilakukan.

Tipes dan Gejalanya

Tipes atau lebih dikenal dengan typus adalah penyakit akibat terinfeksinya usus halus oleh bakteri Salmonella Thypi dan Salmonella Parathypi. Pada beberapa penderita tipes permukaan lidah mereka terdapat selaput putih. Rasa pahit dilidah terkadang bisa membuat kulit berwarna kuning seperti terkena penyakit hepatitis. Hal ini karena pada penderita tipes juga dapat terjadi pembekakan rongga hati seperti yang terjadi pada penderita hepatitis. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, penyakit tipes akan semakin parah. Pada minggu kedua sakit penderita tipes akan mengalami demam yang semakin tinggi, gangguan pencernaan yang lebih hebat, asupan nutrisi kurang hingga tak jarang akan mengalami hilangnya kesadaran.

Badan pun akan semakin lemah hingga tak sanggup bergerak. Pada tahap lebih lanjut, tipes dapat mengakibatkan usus semakin luka hingga dapat menimbulkan pendarahan usus. Pendarahan dapat keluar melalui kotoran saat buang air besar. Kadang juga dapat menimbulkan berbagai macam radang sebagai akibat adanya komplikasi. Penderita tipes akut juga kemungkinan mengalami rambut rontok walaupun sifatnya sementara, hal ini karena adanya demam yang cukup lama.

Baca Juga:

  • Bagaimana Cara Merawat Penderita Tipes
  • Mengobati dan Mencegah Penyakit Tipes
  • Penyebab Gejala Penyakit Anemia Beserta Ciri-Cirinya
  • Cara Pencegahan dan Pengobatan Kanker Serviks
  • Ciri-Ciri Penyebab Gejala Kanker Serviks
  • Pertolongan dan Pengobatan Penyakit Epilepsi (Sawan)
  • Penyebab Penyakit Epilepsi atau Ayan
  • Mengenali Penyakit Epilepsi Disekitar Kita
  • Mengatasi dan Mencegah Diabetes Dengan Pengobatan Herbal
  • Ciri Gejala Umum Penyakit Diabetes

Advertisement

No comments.

Leave a Reply