Belinda Tanoto, Generasi Kedua Tanoto Penerus Legacy Keluarga yang Masuk Daftar 25 Filantropis

Tidak heran memang jika pada akhirnya Belinda Tanoto, puteri seorang pengusaha sukses pendiri Royal Golden Eagle (RGE) tersebut masuk dalam daftar 25 filantropis. Ini merupakan sebuah katalog yang berisikan kompilasi gagasan 25 filantropis yang memiliki pengaruh besar di Asia Tenggara. Dimana katalog tersebut diluncurkan pada 21 Maret 2018 kemarin.

Keluarga Sukanto Tanoto Ingin Disebut Sebagai Keluarga Pebisnis

Perlu kita tahu bersama bahwa Belinda Tanoto sangat percaya sekali jika bertemu serta berdiskusi secara langsung dengan para pemangku kepentingan di lapangan adalah salah satu cara paling tepat untuk bisa temukan masalah yang sebenarnya. Cara tersebut bahkan juga bisa bantu ciptakan strategi dalam kegiatan filantropi ini. Puteri termuda dari pasangan Sukanto Tanoto dengan Tinah Bingei Tanoto tersebut merupakan salah satu anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation. Dimulai dari kegiatan di tahun 1981, Tanoto Foundation yang didirikan oleh kedua orangtua Belinda Tanoto tersebut telah mendukung NUS, termasuk halnya dalam program beasiswa, professorships, dan juga penelitian.

Belinda Tanoto sendiri adalah lulusan sekolah bisnis, ia memiliki passion dalam kegiatan peningkatan akses serta kualitas pendidikan. Belinda cukup antusias sekali dalam menerapkan prinsip yang telah dipelajarinya untuk kemudian menemukan solusi terbaik bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan. Bersamaan dengan Tanoto Foundation, Belinda Tanoto bertemu langsung dengan para guru, orangtua, serta pengawas sekolah untuk mendapatkan umpan baik. Belinda percaya bahwa inovasi terjadi di lapangan, bukannya di kantor pusat.

Belinda Tanoto, Generasi Kedua Tanoto Penerus Legacy Keluarga yang Masuk Daftar 25 Filantropis

Dengan melakukan pertemuan secara langsung dan mendiskusikan isu – isu bersama guru, orangtua, dan pengawas sekolah, Belinda akan bisa memberikan solusi awal dengan lebih baik, dan pastinya juga disesuaikan pula dengan kebutuhan sesungguhnya. Contohnya saja, dikarenakan kepemimpinan sekolah jadi salah satu komponen penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, sehingga Belinda Tanoto akan memperluas pelatihan guru dengan cara menyertakan kepela sekolah untuk dijadikan sebagai peserta pelatihan.

Di Singapura sendiri, Belinda bersama Tanoto Foundation bermitra dengan NUS dalam upaya untuk mencapai tujuan bersama. Ini merupakan salah satu cara paling tepat untuk mengatasi segala tantangan yang paling mendesak di masyarakat. Tak hanya itu saja, Tanoto Foundation juga akan mendukung penuh para penerima beasiswanya, atau yang biasanya dikenal dengan Tanoto Scholars, yang menempuh pendidikan di NUS khususnya untuk berpartisipasi dalam Project Sukacita. Dimana dalam project tersebut Tanoto Scholars berkesempatan baik untuk bisa mengunjungi Pangkalan Kerinci, Riau.

Mereka didorong untuk lakukan kegiatan sosial, seperti halnya pemeriksaan kesehatan dan juga kampanye pendidikan untuk membantu warga setempat. Sekadar informasi saja, bahwa Belinda Tanoto bersama saudara – saudaranya mulai aktif dalam kegiatan Tanoto Foundation ini sejak usia masih terbilang muda. Mereka belajar dengan berbagai mainan bersamaan dengan anak – anak yang ada di panti asuhan. Sukanto Tanoto bersama Tinah Bingei Tanoto ingin tanamkan pelajaran bahwasannya semakin banyak yang kita miliki, maka akan semakin banyak pula yang harus kita bagu. Nah, semangat inilah yang jadi dasar dari kegiatan Tanoto Foundation.

Mungkin saja Belinda Tanoto tak banyak tahu jika orangtuanya memulai kegiatan filantropi saat usia 30an. Ini merupakan salah satu bukti nyata bagaimana Sukanto Tanoto, ayahnya sangat percaya akan pentingnya untuk memberikan kembali kepada masyarakat. Bahkan di awal kegiatan Tanoto Foundation adalah pembangunan Taman Kanak – Kanak dan Sekolah Dasar yang didirikan oleh kedua orangtuanya di tahun 1981, tepatnya di desa Besitang, Sumatera Utara. Belinda Tanoto bersama saudaranya tetap berkomitmen untuk melanjutkan legacy orangtuanya.

Advertisement

No comments.

Leave a Reply